Tangis Sang Ibu Pecah Melihat Dokter Memasukkan Bayinya ke dalam Lemari Pendingin, Ternyata Ini Alasan Dibaliknya!

Posted on

Muslimodern.com – Malang benar nasib bayi ini. Disaat kedua orangtuanya sudah tak sabar menanti kelahirannya, jantungnya justru berhenti berdetak selama delapan menit, sesaat setelah dia lahir. Namun sebuah peristiwa mengejutkan justru terjadi setelah kejadian tersebut. Berikut kisah lengkapnya.

Tangis Sang Ibu Pecah Melihat Dokter Memasukkan Bayinya ke dalam Lemari Pendingin, Ternyata, Ini Alasan Dibaliknya!

Seorang bayi bernama Willow Rose Forrest dari Worcester, Inggris, lahir di Rumah Sakit Gloucester pada tanggal 20 April 2015. Saat itu ibunya menjalani operasi caesar darurat untuk melahirkannya. Namun saat hendak keluar, detak jantung Willow tiba-tiba turun. Yang lebih parah, jantung bayi ini benar-benar berhenti berdetak setelah dia lahir ke dunia.

Ibu Willow, Bex Forrest, merasakan ada sesuatu yang tidak beres saat i atak mendengar adanya suara tangisan dari bayinya. Kepada Mail Online, Bex mengaku merasakan ketika bayinya ditarik keluar,namun ia sempat syok saat tak mendengarkan suara tangisan bayinya sama sekali. Hal ini lah yang kemudian sempat dipertanyakannya kepada tim dokter.

Bex Forrest Saat Mengandung Willow

Baik Bex maupun Martin Forrest, suaminya, menunggu kabar bayi mereka dengan cemas saat para ahli bedah berjuang keras untuk menghidupkan Willow kembali. Disaat Bex merasa sangat terpuruk, sang suami justru berusaha berlapang dada dan menenangkan Bex sambil mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Setelah melewati delapan menit yang menyakitkan dan penuh kecemasan, keajaiban pun terjadi. Tangis Sang ibu pecah saat itu juga. Pasalnya, petugas medis akhirnya berhasil mengembalikan detak jantung bayi Willow yang terlahir dengan berat 3.4 kilogram. Segera setelah hidup kembali, Willow dipindahkan ke ruang ICU khusus untuk bayi yang baru lahir, meski Bex saat itu tidak sempat memegang bayinya sama sekali seberat 3,4 kg.

Willow dan Ibunya, Bex Forrest.

Tim dokter spesialis yang menanganinya tiba dalam waktu satu jam. Mereka meletakkan Willow dalam sebuah “lemari pendingin”, sebelum memindahkannya ke Rumah Sakit St. Michael, di mana dia benar-benar merasa dingin selama tiga hari di dalam tempat tersebut.

Tim dokter spesialis terpaksa membuat Willow kedinginan, karena mereka menggunakan perawatan revolusioner yang dikenal sebagai “Terapi Pendinginan”, sebuah prosedur untuk memompa udara kepada manusia yang diatur suhu untuk mendinginkan tubuh bayi dari 37°C sampai 33,5°C.

Willow juga dimasukkan ke dalam ruangan pendingin untuk mencegah terjadinya kerusakan otak. Dengan mendingankan otak Willow, tim dokter berharap agar dapat mencegah terjadinya kerusakan otak lebih lanjut yang disebabkan oleh kekurangan oksigen.

Selama tiga hari, keuda orangtua Willow hanya bisa pasrah, bahkan mereka hanya diizinkan menyentuh tangan kecil Willow saja dan belum boleh memeluknya. Pada hari keempat, suhu tubuh Willow perlahan mulai naik dan beruntung, dia tidak mengalami kerusakan otak.

Willow tumbuh menjadi bayi yang sangat sehat

Ajaibnya, 15 bulan setelah diletakkan di lemari pendingin, Willow tumbuh menjadi bayi yang sangat sehat. Tim dokter memang khawatir jika Willow berpotensi mengalami penyakit lain setelah berhasil melewati masa-masa kritis tersebut. Namun kedua orangtua Willow tetap optimis anaknya bisa tumbuh sehat dan riang.

Kebahagiaan Willow dan kedua orangtua

Sumber: Tribunnews.com