NAUDZUBILLAH! Ingin Kaya, Pasien Diminta Jilat Darah Ayam, Lalu Shalat Menghadap ke Timur Saat Adzan Masih Berkumandang

Posted on

Liputan Viva – Iming-iming cepat kaya selalu menjadi fenomena menggiurkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang masih percaya dengan hal-hal berbau klenik atau mistis. Tidak peduli dilakukan dengan cara apapun, asalkan bisa membuat kaya, orang rela melakukan dan mengerjakan syarat tertentu yang kadang di luar nalar.

Baru-baru ini muncul sebuah metode cepat kaya yang oleh para penganutnya disebut pesugihan panther. Mencuatnya pesugihan “Panther” di Kabupaten Soppeng, membuat pengikut angkat bicara. Ada yang sadar, tak percaya lagi. Ia memilih tak lagi menjadi pengikut “Panther”.

Pengikut ajaran “Panther” didominasi oleh orang-orang yang berasal dari luar Soppeng. Salah satunya MR. Ia berasal dari Bone, tetapi punya usaha di Kolaka. MR mengaku pernah datang mencari penglaris usaha di Batu-batu.

Dahulu Ia sangat terpikat melalui ajaran “Panther” di Batu-batu. Informasi ajaran itu diperoleh dari tetangganya. Informasi yang cukup menyakinkan. Di benaknya ingin mencoba keberuntungan. Ia pun nekat datang bersama temannya via pelabuhan Siwa dari Sulawesi Tenggara.

Kemudian ke Sidrap lalu ke Batu-batu, Kabupaten Soppeng. MR membeberkan Ia tertarik menjadi pengikut karena cerita yang didengar dari tetangganya di Kolaka. Kebetulan tetangga berasal dari Sidrap.

Sayangnya Ia lupa persis awal kedatangannya ke Batu-batu. Begitu juga nama paranormal yang didatangi. Yang jelas, kata MR, rumah yang didatangi merupakan rumah panggung. Dari arah Sidrap masuk lorong belok ke kiri dan perahu nelayan banyak Ia jumpai.

Ia membuka perjalanannya menjadi pengikut. Saat menemui Sang Paranormal, Ia diberi dua pilihan. Pertama dunia dan kedua dunia akhir. Maksudnya ingin kaya di dunia prosesnya cepat. Kekayaan di akhirat tidak akan didapat lagi. Pilihan kedua dunia akhirat, tapi prosesnya lambat.

“Saya hanya pilih dunia akhirat. Kalau memilih dunia kita harus melalui ritual khusus salat menghadap timur,” jelas MR.

Ia juga diminta membayar mahar. Namun maharnya ketika itu era 90-an cukup murah. Hanya sekitar Rp70 ribu saja plus biaya tambahan Rp20 ribu. Biaya itu sebagai pengganti ayam sesajen.

“Darah dari jengger ayam harus dijilat. Dan kita dikasih semacam doa-doa untuk memperlancar rezeki. Doa itu dibaca usai salat. Sementara salat harus  dilakukan saat orang masih azan di masjid,” tambah MR.

Duh, ada-ada saja nih cara orang yang ingin cepat kaya. Intinya, jika ingin kaya, kamu harus bekerja dan fokus terhadap apa yang sedang dikerjakan, bukannya malah melakukan hal-hal yang dilarang agama. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari perbuatan yang menyekutukan Allah Swt, Aamiin..

Sumber: Fajaronline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.