Inilah Beberapa Firasat yang Dialami Sule Sebelum Ditinggal Ayahanda untuk Selamanya

Posted on

Inilah Beberapa Firasat yang Dialami Sule Sebelum Ditinggal Ayahanda untuk Selamanya

BANDUNG – Kabar duka menimpa komedian Kondang Entis Sutisna atau yang akrab disapa Sule. Pada Rabu (11/10/2017) pagi, Dodo Mulyana Ayahanda Sule berpulang ke rahmatulah karena penyakit hipertensi dan pemecahan pembuluh darah.

Mendengar kabar tersebut, Sule bersama anaknya Rizky Febian langsung bertolak menuju rumah duka di Jalan Kamarung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat. Sule yang kala itu mengenakan kaos, jins, dan peci serba hitam, tampak berusaha tegar saat tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB.

Di hadapan para media, Sule mengatakan, banyak firasat yang Ia rasakan sebelum Abahnya jatuh sakit dan meninggal dunia. Di antaranya adalah kejatuhan cicak di pundaknya, permintaan mobil putih dari Almarhum, dan makan daging bebek bersama Almarhum di rumahnya Sule.

“Kalau firasat sih banyak sebetulnya, sebelum Abah sakit, sempat ada cicak yang jatuh ke pundak saya, terus saya kaget siapa nih yang sakit dan meninggal, biasanya mitos seperti itu,” ujar Sule saat memberikan keterangan di depan awak media.

“Nah setelah kejadian itu Abah nelpon, dia minta mobil berwana putih yang bersih dan rapih.”

Setelah kejatuhan cicak dan mendengar permintaan almarhum, Sule mengaku sempat terheran-heran.

“Yang paling mengherankan adalah permintaan almarhum Abah tentang mobil putih itu, kok tumben-tumbennya Abah minta mobil berwarna putih,” tutur Sule.

Firasat lainnya yang dirasakan Sule adalah kedatangan almarhum Abah Dodo ke rumah Sule sambil membawakan bebek.

“Nih goreng bebeknya”! Sahut almarhum kepada saya, saat bertandang ke rumah, setelah daging bebeknya digoreng, kami pun makan berdua sambil bercanda tawa,” ujar Sule.

Dalam candaan tersebut, Sule menunturkan, almarhum Abah Dodo tertawanya sangat ngakak. Bagaimana tidak? karena saat itu almarhum meminta Sule untuk ngelawak di depannya.

“Sebenarnya ini adalah momen yang jarang, soalnya Abah hanya sesekali bertandang ke rumah saya,”ujar Sule.
“Bahkan saat Abah bertandang ke rumah, Abah masih terlihat segar bugar, jadi gak tau kalau itu adalah pertanda Abah bakalan sakit.”

Di penghujung curhatnya, Sule sangat tidak menyangka, ternyata semua kejadian tersebut adalah pertanda almarhum.
Abah Dodo jatuh sakit dan meninggal dunia.

Ayah Sule dimakankan di pemakaman keluarga

Jenazah Dodo Mulyana, ayahanda dari komedian Entis Sutisna atau Sule, telah dimakamkan di pemakaman keluarga Jalan Kamarung Rt 04 RW 04, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/10/2017).

Meski sempat didera hujan, tak menyurutkan langkah Sule, keluarga, dan sahabatnya, untuk memandu keranda jenazah menuju liang lahat.
Melewati gang lumayan yang sempit, kehadiran Sule dan lainnya cukup menyedot perhatian Warga Jalan Kamarung.

Di sepanjang gang tersebut, banyak warga mengucapkan bela sungkawa atas kepergian ayahanda Sule. Tepat pada pukul 13.30 WIB, jenazah Ayahanda Sule langsung digotong menuju liang lahat. Suasana haru pun mulai menyelimuti prosesi pemakaman tersebut. Ibunda Sule yang turut menghadiri pemakaman Abah Dodo, tampak tak kuasa menahan tangis dan harunya.

Meski dirundung duka yang mendalam, Sule yang didampingi istrinya tetap berusaha tegar saat tanah mulai menutupi kain kafan jenazah. Setelah prosesi pemakaman berjalan lancar, Sule beserta kekuarganya mulai menaburkan bunga di atas makam Abah Dodo. Setelah itu, seorang ulama mulai membacakan doa dan di akhiri dengan ceramah yang menyentuh hati.

Abah Dodo diketahui wafat pada usia 69 tahun karena menderita penyakit hipertensi, dan sempat mengalami pecah pembuluh darah. Almarhum dikabarkan meninggal dunia Rabu (11/10/2017) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB di rumahnya, Jalan Kamarung, Kota Cimahi, Rabu (11/10/2017).

Sumber: Tribunnews.com